KEDAHSYATAN SETELAH KEMATIAN (Bag. 2)

  • 13 Feb 2020 08:49:20
Image

Penulis: Ustadz Dr. Irfan Yuhadi, M.S.I

4. NIKMAT KUBUR ATAU SIKSA KUBUR

Barangsiapa yang berhasil menjawab pertanyaan dari Malaikat Munkar dan Nakir, maka ia akan mendapatkan nikmat kubur. Adapun seorang yang gagal menjawab pertanyaan kubur, maka ia akan mendapatkan siksa kubur. Ruh orang-orang yang beriman akan tidur dikuburnya dan ruh orang-orang kafir akan disiksa di kuburnya. kubur orang yang beriman akan mendapatkan cahaya, sedangkan kubur orang yang selalu berbuat kemaksiatan akan dipenuhi dengan kegelapan. Ditampakkan setiap pagi dan sore tempatnya kelak pada Hari Kiamat; apakah di Surga atau di Neraka. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda;
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالعَشِيِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْلِ النَّارِ يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia, maka akan diperlihatkan kepadanya tempatnya setiap pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni Surga, maka akan (diperlihatkan tempatnya) di Surga. Adapun jika ia termasuk penghuni Neraka, maka akan (diperlihatkan tempatnya) di Neraka. Akan dikatakan kepadanya hingga Allah ﷻ membangkitkannya pada Hari Kiamat, “Inilah tempatmu.” (HR. Bukhari Juz 1 : 1313 dan Muslim Juz 4 : 2866)
Siksa kubur akan menimpa ruh dan jasad. Menampakkan Neraka setiap pagi dan sore merupakan bagian dari siksa kubur. Allah ﷻ berfirman;
اَلنَّارُ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَّعَشِيًّا وَّيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوْا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ
“Kepada mereka ditampakkan Neraka pada pagi dan sore. Pada Hari Kiamat (dikatakan kepada Malaikat), “Masukkanlah fir’aun dan kaumnya ke dalam siksaan yang sangat keras.” (QS. Al-Mu’min : 46)
Di antara penyebab siksa kubur adalah; tidak bertabir atau tidak membersihkan diri ketika buang air kecil, mengadu domba, berzina, riba, dan lain sebagainya. Nabi ﷺ pernah melalui dua kuburan, lalu beliau bersabda;
إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِيْ كَبِيْرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِيْ بِالنَّمِيْمَةِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ
“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa dan keduanya disiksa bukan karena (dosa yang dianggap) besar. Salah satu dari keduanya suka mengadu domba dan yang lainnya tidak bertabir ketika ia buang air kecil.” (HR. Bukhari Juz 1 : 213 dan Muslim Juz 1 : 292, lafazh ini miliknya)
5. HARI KEBANGKITAN
Setelah terjadi tiupan faza’ (kematian), maka hancurlah alam semesta. Kemudian setelah 40 masa ditiuplah tiupan ba’ts (kebangkitan). Allah ﷻ berfirman;
وَنُفِخَ فِي الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَآءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ.
“Ditiuplah sangkakala, maka matilah semua yang ada di langit dan yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki oleh Allah ﷻ. Kemudian ditiuplah Sangkakala berikutnya, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (keputusan).” (QS. Az-Zumar : 68)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;
مَا بَيْنَ النَّفَخَتَيْنِ أَرْبَعُوْنَ قَالَ أَرْبَعُوْنَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُوْنَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالَ أَرْبَعُوْنَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ قَالَ ثُمَّ يَنْزِلُ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُوْنَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ لَيْسَ مِنَ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يُبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكِّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Jarak antara kedua tiupan adalah 40.” Para sahabat bertanya, “Apakah 40 hari?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku tidak mau mengatakannya.” Para sahabat bertanya, “Apakah 40 bulan?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku tidak mau mengatakannya.” Para sahabat bertanya lagi, “Apakah 40 tahun?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku tidak mau mengatakannya.” Lalu Rasulullah ﷺ kembali bersabda, “Kemudian Allah ﷻ menurunkan hujan dari langit, maka manusia akan tumbuh seperti tumbuhnya sayuran. Tidak ada anggota tubuh pun dari manusia melainkan akan hancur kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor. Dari tulang ekor tersebut manusia disusun kembali pada Hari Kiamat.” (HR. Bukhari Juz 4 : 4651)
Manusia akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan tidak dikhitan. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda;
إِنَّكُمْ مَحْشُوْرُوْنَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ثُمَّ قَرَأَ {كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيْدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِيْنِ} وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ
“Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan tidak dikhitan.” Kemudian Rasulullah ﷺ membaca (ayat), “Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al-Anbiya’ : 104) Dan yang pertama kali diberi pakaian adalah Ibrahim عليه السلام.” (Muttafaq ‘alaih. HR. Bukhari Juz 3 : 3171, lafazh ini miliknya dan Muslim Juz 4 : 2860)
6. MAHSYAR
Setiap umat akan datang bersama para Rasul mereka menuju ke Mahsyar. Pada hari itu bumi diratakan. Allah ﷻ menjadikannya terhampar luas, tidak ada bagian yang rendah dan tidak pula ada bagian yang menjulang tinggi (Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 26), sehingga bumi mampu menampung seluruh manusia meskipun banyak jumlahnya. (Taisirul Karimir Rahman, 917) Allah ﷻ berfirman;
قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ. لَمَجْمُوْعُوْنَ إِلَى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ.
“Katakanlah, “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.” (QS. Al-Waqi’ah : 49 - 50)
Ketika itu matahari didekatkan oleh Allah ﷻ sedekat satu mil. Sebagaimana diriwayatkan dari Miqdad bin Al-Aswad رضي الله عنه ia berkata, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda;
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ
“Matahari pada Hari Kiamat akan didekatkan kepada (para) makhluk hingga berjarak (hanya) satu mil.” (HR. Muslim Juz 4 : 2864)
Sehingga manusia akan berkeringat sesuai dengan kadar amalannya ketika di dunia. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar رضي الله عنهما, dari Nabi ﷺ;
{يَوْمَ يَقُوْمُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ} قَالَ يَقُوْمُ أَحَدُهُمْ فِيْ رَشْحِهِ إِلَى أَنْصَافِ أُذُنَيْهِ
”{Hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam (untuk menunggu hisab dan balasan) (Tafsirul Jalalain, 587)}. Nabi ﷺ bersabda, “Salah seorang di antara mereka berdiri (tenggelam) dengan keringatnya hingga pertengahan kedua telinganya.” (HR. Bukhari Juz 4 : 4654, Muslim Juz 4 : 2862, lafazh ini miliknya, dan Tirmidzi Juz 5 : 3336)
Lalu Neraka Jahannam pun didatangkan ditarik dengan 70.000 tali kekang, setiap tali kekang ditarik oleh 70.000 Malaikat. Diriwayatkan dari ’Abdullah (bin Mas’ud) رضي الله عنه ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;
يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُوْنَ أَلْفَ زِمَامٍ مَعَ كُلِّ زِمَامٍ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّوْنَهَا.
“Pada hari itu didatangkan Neraka Jahannam dengan 70.000 tali kekang, yang tiap-tiap tali kekangnya dipegang oleh 70.000 Malaikat yang menariknya.” (HR. Muslim Juz 4 : 2842 dan Tirmidzi Juz 4 : 2573. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله dalam Shahihul Jami’ : 8001)
Ketika orang-orang kafir melihat Neraka Jahannam, maka mereka berharap dapat menebus diri mereka dengan anak-anak mereka, isteri mereka, saudara mereka, keluarga mereka, bahkan dengan seluruh penduduk bumi agar mereka dapat selamat dari siksaan Neraka Jahannam. Allah ﷻ berfirman;
يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِيْ مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيْهِ. وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيْهِ. وَفَصِيْلَتِهِ الَّتِيْ تُؤْوِيْهِ. وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيْعًا ثُمَّ يُنْجِيْهِ.
“Orang kafir ingin seandainya ia dapat menebus (dirinya) dari siksaan pada hari itu dengan anak-anaknya. (Dengan) isteri dan saudaranya. Keluarganya yang melindunginya (ketika di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya, kemudian (ia mengharapkan dengan tebusan tersebut dapat) menyelamatkannya.” (QS. Al-Ma’arij : 11 - 14)
7. HISAB
Manusia akan dihadapkan kepada Allah ﷻ untuk dihisab. Orang kafir dan orang munafik akan dihisab di hadapan seluruh makhluk untuk mempermalukan mereka dan menegakkan hujjah atas mereka. Sedangkan orang yang beriman akan Allah ﷻ hisab secara berduaan dengan-Nya. Diriwayatkan dari Shafwan رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda;
يُدْنَى الْمُؤْمِنُ مِنْ رَبِّهِ -وَقَالَ هِشَامٌ يَدْنُو الْمُؤْمِنُ- حَتَّى يَضَعَ عَلَيْهِ كَنَفَهُ فَيُقَرِّرُهُ بِذُنُوْبِهِ تَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا يَقُوْلُ أَعْرِفُ يَقُوْلُ رَبِّ أَعْرِفُ مَرَّتَيْنِ فَيَقُوْلُ سَتَرْتُهَا فِي الدُّنْيَا وَأَغْفِرُهَا لَكَ الْيَوْمَ ثُمَّ تُطْوَى صَحِيْفَةَ حَسَنَاتِهِ وَأَمَّا الْآخَرُوْنَ أَوِ الْكُفَّارُ فَيُنَادَى عَلَى رُؤُوْسِ الْأَشْهَادِ {هَؤُلَاءِ الَّذِيْنَ كَذَبُوْا عَلَى رَبِّهِمْ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ}.
“Didekatkan seorang yang beriman kepada Rabb-nya –atau seorang yang beriman mendekat (kepada Rabb-nya)- hingga sangat dekat. Kemudian orang yang beriman tersebut diperintahkan untuk mengakui dosa-dosanya. Lalu orang tersebut berkata, “Aku mengakuinya.” Allah ﷻ berfirman, “Apakah engkau telah mengakuinya? Apakah engkau telah mengakuinya?” Maka Allah ﷻ berfirman, “Aku telah menutupinya untukmu ketika di dunia, maka Aku akan mengampuninya untukmu pada hari ini.” Lalu diberikan kitab catatan kebaikannya. Adapun orang-orang (munafik) atau orang-orang kafir, maka Allah ﷻ akan memanggil mereka di hadapan seluruh makhluk, “Merekalah orang-orang yang berdusta atas nama Allah ﷻ. Ketahuilah bahwa laknat Allah ﷻ akan menimpa orang-orang yang berbuat kezhaliman. (QS. Hud : 18)” (HR. Bukhari Juz 4 : 4408)
Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Muhammad ﷺ. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;
نَحْنُ الْآخِرُوْنَ وَنَحْنُ السَّابِقُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Kita adalah (umat yang) terakhir, (akan tetapi) kita adalah (umat yang) pertama kali (dihisab) pada Hari Kiamat.” (HR. Muslim Juz 2 : 855)
Amalan yang pertama kali dihisab adalah shalat, sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah masalah pertumpahan darah. Diriwayatkan dari ‘Abdullah (bin Mas’ud) رضي الله عنه ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda;
أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الدِّمَاءِ.
“Pertama kali yang akan diputuskan di antara para hamba adalah (tentang masalah pertumpahan) darah.” (HR. Muslim Juz 3 : 1678)
8. PEMBAGIAN KITAB CATATAN AMAL
Kemudian kitab catatan amal manusia dibagikan. Manusia akan menerima kitab catatan amal yang tidak meninggalkan sesuatu yang kecil dan tidak pula sesuatu yang besar, kecuali semua tercatat dalam kitab tersebut. Allah ﷻ berfirman;
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا.
“Diletakkanlah kitab, lalu engkau akan melihat orang-orang berdosa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya. Mereka berkata, “Wahai celakanya kita, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya.” Mereka mendapatkan apa yang telah mereka kerjakan (tertulis semua). Rabb-mu tidak menzhalimi seorang pun.” (QS. Al-Kahfi : 49)
Orang yang beriman akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya. Sebagaimana firman Allah ﷻ;
فَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ فَيَقُوْلُ هَآؤُمُ اقْرَءُوْا كِتَابِيَهْ.
”Orang-orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka ia berkata, “Ambillah, bacalah kitabku (ini).” (QS. Al-Haqqah : 19)
Sedangkan orang kafir akan menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kiri, dengan dibengkokkan ke belakang. Karena tangan kanannya dibelenggu di lehernya dan tangan kirinya dibengkokkan ke belakang, sehingga ia menerimanya dari belakang punggungnya. (Tafsirul Qur’anil Karim: Juz ‘Amma, 114) Allah ﷻ berfirman;
وَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُوْلُ يَا لَيْتَنِيْ لَمْ أُوْتَ كِتَابِيَهْ.
”Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kirinya, maka ia berkata, ”Seandainya kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS. Al-Haqqah : 25)
Allah ﷻ juga berfirman;
وَأَمَّا مَنْ أُوْتِيَ كِتَابَهُ وَرَآءَ ظَهْرِهِ. فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًا.
”Adapun orang-orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya. Maka ia akan berteriak, “Celakalah aku.” (QS. Al-Insyiqaq : 10 - 11)

Kategori : Mutiara Nasihat