Faedah Hadis Bulughul Maram (Faedah Hadis Bulughul Maram)

  • 25 Sep 2019 08:20:51
Image

Penyusun: Ustadz Kholid Syaifullah, M.A

Faedah Hadis Bulughul Maram

Faedah Hadis Bulughul Maram

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ -صلى الله عليه وسلم-:"حَقُّ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ" رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Artinya: "Diriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu beliau berkara: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain ada 6:

  • Apabila berjumpa dengannya, maka ucapkan salam.
  • Apabila ia mengundangmu, maka datanglah.
  • Apabila ia meminta nasehat darimu, maka nasehatilah.
  • Apabila ia bersin lalu mengucapkan "اَلْحَمْدُ لِلّه", maka doakanlah.
  • Apabila ia sedang sakit, maka jenguklah.
  • Apabila ia meninggal dunia, maka antarkan jenazahnya.

(HR. Muslim)

Beberapa faedah yang bisa diambil dari hadis

Hadis ini mengajarkan kepada kaum muslimin beberapa adab tentang pergaulan sesama muslim, diantara adab-adab tersebut adalah:

  • Mengucapkan salam:
    • Memulai mengucapkan salam kepada sesama muslim hukumnya adalah sunah, sedangkan hukum menjawabnya adalah wajib.
    • Hikmah mengucapkan salam kepada sesama muslim adalah untuk menumbuhkan cinta dan memperkuat ukhuwah.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ». رواه مسلم.

Artinya: "Tidaklah kalian dapat masuk surga sampai kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan kepada perbuatan yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian". (HR. Muslim)

  • Adab-adab ketika mengucapkan salam:
  • Mengucapkan salam setiap kali berjumpa dengan sesama muslim, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal.
  • Membalas salam dengan ucapan yang semisal atau yang lebih sempurna, misalkan seseorang memberi salam kepada kita: "السَّلامُ عَلَيْكُمْ", maka kita menjawab dengan "وعَلَيْكُمْ السَّلامُ" atau "وعَلَيْكُمْ السَّلامُ ورَحْمَةُ اللّه" atau "وعَلَيْكُمْ السَّلامُ ورَحْمَةُ اللّه وبَرَكَاتُه".
  • Mengucapkan salam ketika masuk atau keluar ruangan, rumah, dan sebagainya.
  • Memulai salam lebih afdhal dari pada membalas salam.
  • Disunnahkan memulai salam dalam kondisi berikut:
    • Orang yang berkendaraan kepada orang yang jalan.
    • Orang yang jalan atau berkendaraan kepada orang yang duduk.
    • Orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua.
    • Orang yang sendirian kepada jamaah.
  • Haram hukumnya memberi salam kepada orang kafir. Apabila mereka memberi salam kepada kita, maka cukup kita ucapkan "وعَلَيْكُمْ".
  • Tidak boleh seorang laki-laki memberi salam kepada wanita yang bukan mahramnya jika dapat menimbulkan fitnah.
  • Memenuhi undangan:
    • Memenuhi undangan hukumnya wajib jika tidak ada kemungkaran di dalamnya, seperti: musik, aurat, dan ikhtilat.
    • Haram hukumnya menghadiri undangan yang terdapat di dalamnya kemungkaran, kecuali jika berniat untuk merubah kemungkaran tersebut.
    • Haram hukumnya menghadiri acara/ritual syirik dan bid'ah.
    • Apabila tidak bisa hadir karena uzur, seperti: sakit, bepergian, sibuk, dan sebagainya, maka hendaknya menjelaskan uzurnya ke pihak yang mengundang.
  • Memberi nasehat:

Diantara adab-adab memberi nasehat adalah:

  • Nasehat disampaikan dengan ikhlas dan didasari rasa cinta kebaikan untuk sesama muslim.
  • Isi nasehat adalah sesuatu yang bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat.
  • Nasehat yang diberikan hendaknya didasari dengan ilmu.
  • Mendoakan orang yang bersin:
    • Orang yang bersin disunahkan untuk mengucapkan "الحَمْدُ لِلّه".
    • Disunnahkan bagi yang mendengarkan untuk mendoakan "يَرْحَمُكَ اللّه".
    • Disunnahkan untuk membalas doa tersebut dengan ucapan

"يَهْدِيكُمُ اللّهُ ويُصلِحُ بالَكم".

  • Menjenguk orang yang sakit:

Diantara adab-adab ketika menjenguk orang yang sakit adalah:

  • Menanyakan tentang kondisinya.
  • Menghiburnya dan tidak menakut-nakutinya.
  • Meringankan penderitaanya dengan memberi hadiah atau menanggung biaya pengobatannya.
  • Mendoakan kesembuhannya. Diantara doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: "Wahai Allah, Rabb ummat manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah ia, dan Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit".

  • Tidak berlama-lama ketika menjenguknya.
  • Boleh menjenguk tetangga atau teman yang kafir jika diharapkan keislamannya, demikian juga fasik jika diharapkan taubatnya.

  • Mengantarkan jenazah:
    • Mengurus jenazah (memandikan, mengkafani, men-shalati, menguburkan) adalah fardhu kifayah, yaitu wajib bagi siapa saja yang menyaksikannya, dan apabila ada sebagian kaum muslimin yang mengurusnya, maka gugurlah kewajiban bagi muslim yang lain.
    • Adab-adab mengantarkan jenazah:
  • Tidak mengangkat suara, walaupun dalam rangka zikir atau membaca Al-Quran.
  • Tidak tertawa, bercanda dan membicarakan urusan dunia.
  • Bermuhasabah dengan menyadari bahwa dirinya kelak pun akan merasakan mati.

Kategori : Ilmu Islam